news-details

MENGATASI POLUSI LIMBAH PLASTIK DENGAN INOVASI ASPAL PLASTIK

Hari Bumi Sedunia tahun ini menyoroti tantangan global yang semakin meningkat akibat polusi limbah plastik. Menyikapi peringatan dari United Nations Environment Programme (UNEP) bahwa jumlah sampah plastik diproyeksikan akan meningkat hampir tiga kali lipat pada tahun 2040, langkah konkret diperlukan untuk mengelola masalah ini sebelum menjadi krisis yang tidak terkendali. Dalam upaya mengatasi polusi limbah plastik, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia memperkenalkan inovasi yang menarik: memanfaatkan limbah plastik sebagai campuran dalam pembuatan aspal. Dengan menggunakan 2,5-5 ton limbah plastik, telah terbukti dapat menghasilkan aspal plastik yang cukup untuk membangun 1 kilometer jalan.

Pemanfaatan limbah plastik sebagain campuran aspal merupakan wujud kerja sama peneliti, akademisi dan praktisi dalam menemukan solusi masalah limbah plastik, Sapah plastik diolah dengan cara disortir, dibersihkan dan di cacah dengan mesin pencacah hingga menjadi bubur plastik sehingga aspal plastik merupakan campuran beraspal yang mengandung cacahan plastik berjenis Low Density Polyethylene (LDPE) yang biasa di terapkan untuk kantong plastik belanja.